Dividend Yield: Pengertian, Rumus, Cara Menghitung, Contoh, dan Cara Menganalisisnya

Table of Contents


Dalam dunia investasi saham, terdapat dua sumber keuntungan utama yang dapat diperoleh investor, yaitu capital gain dan dividen. Bagi investor yang mengutamakan pendapatan pasif (passive income), dividen menjadi salah satu faktor utama dalam memilih saham.

Untuk mengetahui seberapa besar tingkat keuntungan yang diperoleh dari dividen, investor menggunakan salah satu rasio investasi yang disebut Dividend Yield. Rasio ini menunjukkan persentase dividen yang diterima investor dibandingkan dengan harga saham yang dibelinya.

Dividend Yield merupakan salah satu indikator penting dalam analisis fundamental karena membantu investor menilai daya tarik suatu saham sebagai penghasil pendapatan rutin. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian Dividend Yield, rumus, cara menghitung, contoh perhitungan, interpretasi, kelebihan, kekurangan, hingga tips menggunakan Dividend Yield dalam investasi saham.


Apa Itu Dividend Yield?

Dividend Yield adalah rasio yang menunjukkan besarnya dividen tunai yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham dibandingkan dengan harga pasar saham. Rasio ini dinyatakan dalam bentuk persentase (%) dan digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian investasi yang berasal dari dividen.

Dividend Yield memberikan gambaran mengenai seberapa besar pendapatan yang dapat diperoleh investor dari kepemilikan saham tanpa memperhitungkan keuntungan dari kenaikan harga saham.

Semakin tinggi nilai Dividend Yield, semakin besar potensi pendapatan dividen yang diterima investor. Namun, Dividend Yield yang terlalu tinggi tidak selalu menunjukkan bahwa saham tersebut merupakan investasi terbaik.


Mengapa Dividend Yield Penting?

Dividend Yield memiliki berbagai manfaat bagi investor maupun analis keuangan.

  • Mengukur tingkat pengembalian investasi yang berasal dari dividen.
  • Membantu investor memilih saham yang rutin membagikan dividen.
  • Membandingkan potensi pendapatan dividen antarperusahaan.
  • Menjadi indikator penting dalam strategi investasi jangka panjang.
  • Membantu investor memperoleh pendapatan pasif yang stabil.

Rumus Dividend Yield

Rumus Dividend Yield adalah sebagai berikut.

Dividend Yield = (Dividen per Saham ÷ Harga Saham) × 100%

Keterangan:

  • Dividen per Saham (Dividend Per Share/DPS) adalah jumlah dividen tunai yang diterima untuk setiap lembar saham.
  • Harga Saham adalah harga pasar saham saat ini.

Cara Menghitung Dividend Yield

Misalkan suatu perusahaan memiliki data berikut.

Keterangan Nilai
Dividen per Saham (DPS) Rp250
Harga Saham Rp5.000

Perhitungan:

Dividend Yield = (250 ÷ 5.000) × 100%

Dividend Yield = 5%

Artinya, investor memperoleh tingkat pengembalian sebesar 5% dari dividen yang dibagikan perusahaan selama satu tahun.


Contoh Perhitungan Dividend Yield

Keterangan Nilai
Dividen per Saham Rp300
Harga Saham Rp6.000

Perhitungan:

Dividend Yield = (300 ÷ 6.000) × 100%

Dividend Yield = 5%

Interpretasinya, investor memperoleh pendapatan dividen sebesar 5% dari harga saham yang dimiliki.


Contoh, berdasarkan laporan ICBP tahun 2022 berikut ini, tampak bahwa perseroan telah membagikan dividen tunai sebesar Rp2,5 triliun pada tahun 2021 dan Rp2,5 triliun di tahun 2022.


Sumber; laporan Keuangan ICBP 2022

Contoh Dividend Yield dan Cara Hitung Dividend Yield

Contoh dividend yield dan cara hitung dividend yield 

Dalam laporan keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) terakhir  menyebut, perseroan membagikan dividen kas sebesar Rp 215 per saham pada tahun 2022. Sementara harga saham ICBP Rp 10.000 per lembar pada perdagangan penutupan akhir tahun, (30/12/2022).

Dividend yield ICBP        = Rp 215 : Rp 10.000 = Rp 0,0215

                                           = 0,0215 x 100 = 2,15%.


Interpretasi Nilai Dividend Yield

Dividend Yield Interpretasi
< 2% Rendah
2% – 5% Cukup Baik
5% – 8% Tinggi
> 8% Sangat Tinggi (perlu analisis lebih lanjut)

Catatan: Dividend Yield yang tinggi tidak selalu berarti perusahaan memiliki kinerja yang baik. Nilai tersebut dapat terjadi karena harga saham turun akibat memburuknya kondisi perusahaan.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dividend Yield

1. Besarnya Dividen

Semakin besar dividen yang dibayarkan perusahaan, semakin tinggi Dividend Yield.

2. Harga Saham

Kenaikan harga saham dengan dividen yang tetap akan menurunkan Dividend Yield.

3. Kebijakan Dividen

Perusahaan dengan kebijakan pembagian dividen yang konsisten cenderung memiliki Dividend Yield yang stabil.

4. Laba Perusahaan

Perusahaan dengan laba yang stabil umumnya mampu membayar dividen secara rutin.

5. Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi dan industri memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan membayar dividen.


Kelebihan Dividend Yield

  • Mudah dihitung dan dipahami.
  • Membantu memilih saham yang menghasilkan dividen.
  • Menjadi indikator pendapatan pasif bagi investor.
  • Dapat digunakan untuk membandingkan beberapa perusahaan.
  • Mendukung strategi investasi jangka panjang.

Kekurangan Dividend Yield

  • Tidak menunjukkan pertumbuhan perusahaan.
  • Dipengaruhi oleh fluktuasi harga saham.
  • Tidak menjamin besarnya dividen di masa depan.
  • Tidak mengukur profitabilitas perusahaan.

Tips Menggunakan Dividend Yield dalam Investasi

  • Bandingkan Dividend Yield dengan perusahaan dalam industri yang sama.
  • Pilih perusahaan yang memiliki riwayat pembagian dividen secara konsisten.
  • Perhatikan pertumbuhan laba perusahaan.
  • Gunakan Dividend Yield bersama Dividend Payout Ratio (DPR).
  • Jangan hanya memilih saham karena Dividend Yield yang tinggi.

Kesalahan Umum Saat Menganalisis Dividend Yield

  • Menganggap Dividend Yield tinggi selalu lebih baik.
  • Tidak memperhatikan kondisi fundamental perusahaan.
  • Mengabaikan kemampuan perusahaan membayar dividen.
  • Tidak membandingkan dengan perusahaan sejenis.
  • Menggunakan Dividend Yield sebagai satu-satunya dasar investasi.

Kesimpulan

Dividend Yield merupakan salah satu rasio investasi yang penting dalam analisis saham karena menunjukkan tingkat pengembalian investasi yang berasal dari dividen. Rasio ini sangat berguna bagi investor yang mengutamakan pendapatan pasif dan ingin memperoleh arus kas secara rutin dari investasi saham.

Namun, Dividend Yield sebaiknya tidak digunakan secara terpisah. Untuk memperoleh analisis yang lebih komprehensif, investor perlu mengombinasikannya dengan rasio lain seperti Dividend Payout Ratio (DPR), Earnings Per Share (EPS), Return on Equity (ROE), Price Earnings Ratio (PER), dan Price to Book Value (PBV).


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu Dividend Yield?

Dividend Yield adalah rasio yang menunjukkan persentase dividen tunai yang diterima investor dibandingkan harga pasar saham.

Berapa Dividend Yield yang baik?

Secara umum, Dividend Yield antara 2% hingga 5% dianggap cukup baik, namun standar tersebut berbeda pada setiap sektor industri.

Apakah Dividend Yield yang tinggi selalu menguntungkan?

Tidak selalu. Dividend Yield yang terlalu tinggi dapat disebabkan oleh penurunan harga saham akibat memburuknya kondisi fundamental perusahaan.

Apa perbedaan Dividend Yield dan Dividend Payout Ratio?

Dividend Yield mengukur tingkat pengembalian dividen berdasarkan harga saham, sedangkan Dividend Payout Ratio menunjukkan persentase laba yang dibagikan sebagai dividen.

Mengapa Dividend Yield penting bagi investor?

Karena Dividend Yield membantu investor mengukur potensi pendapatan pasif dari investasi saham serta membandingkan kebijakan dividen antarperusahaan.


Penutup

Memahami Dividend Yield akan membantu investor, mahasiswa, dosen, analis keuangan, dan pelaku pasar modal dalam memilih saham yang mampu memberikan pendapatan dividen secara konsisten. Dengan mengombinasikan Dividend Yield dengan rasio keuangan lainnya, keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih objektif, rasional, dan berbasis analisis fundamental.