Sejarah Singkat Akuntansi Manajemen
Setelah Perang Dunia I, terdapat peraturan akuntansi keuangan yang mempunyai dampak berkurangnya informasi akuntansi yang bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja bawahan dalam perusahaan besar (lost relevance). Sampai tahun 1920an, semua manajer percaya pada informasi yang berhubungan dengan proses produksi utama, transaksi dan even yang menghasilkan jumlah nominal pada laporan keuangan.
Setelah tahun 1925, informasi yang digunakan oleh manajer menjadi lebih sederhana dan banyak perusahaan manufaktur di Amerika telah mengembangkan prosedur akuntansi manajemen seperti yang dikenal sekarang.
Selama kurun waktu lebih dari enam puluh tahun, akuntan akademisi berusaha untuk mengembalikan relevansi antara informasi kos akunting dengan informasi akuntansi keuangan. Usaha tersebut menggunakan model perusahaan manufaktur sederhana, sejenis dengan perusahaan tekstil abad 19, dan dalam rangka mengatasi masalah produksi, akademisi menyusun ulang informasi pelaporan kos persediaan. Meskipun demikian, model tersebut terlalu sederhana untuk menjelaskan masalah nyata yang dihadapi oleh manajer akan tetapi hal tersebut dimahfumkan dalam rangka mempermudah bagaimana informasi kos yang berasal dari laporan keuangan dapat dibuat relevan dengan pengambilan keputusan (kos manajemen).
Mulai tahun 1980an sampai sekarang, akuntansi manajemen mengalami masa perkembangan yang pesat dengan perannya sebagai pendamping akuntansi keuangan.
TEMA BARU DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN
Lingkungan ekonomi yang dihadapi perusahaan dewasa ini telah menuntut adanya pengembangan terhadap praktek-praktek akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan. Perubahan ini menciptakan lingkungan baru pada akuntansi manjemen-setidaknya untuk beberapa organisasi. Adapun faktor kunci perubahan tersebut adalah:
- Orientasi kepada konsumen dan pelanggan.
- Perspektif lintas fungsional.
- Persaingan global.
- Manajemen mutu total (Total Quality Management).
- Waktu sebagai unsur kompetitif.
- Kemajuan teknologi terkini (Era Digital).
PROSES MANAJEMEN
Sebuah perusahaan akan berjalan dengan efektif dan efisien jika dikelola dengan cara yang tepat. Para pengelola perusahaan, yaitu dewan komisaris, dewan direktur, dan para manajer, tergabung ke dalam suatu kelompok yang disebut manajemen perusahaan. Manajemen inilah yang bertanggungjawab untuk menggunakan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Proses manajemen dilakukan melalui aktivitas-aktivitas berikut ini:
- Perencanaan (planning). Manajemen organisasi menentukan tujuan serta mengidentifikasikan strategi dan metode untuk mencapai tujuan tersebut.
- Pengorganisasian (organizing). Pengorganisasian meliputi pengaturan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk mencapai tujuan dan strategi ditetapkan.
- Pengarahan dan Pemberian Motivasi (directing/leading). Proses ini melibatkan aktivitas operasional dari hari ke hari untuk menjaga kelancaran aktivitas organisasi.
- Pengendalian (controlling). Pengendalian berfungsi untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi.
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN
Informasi akuntansi manajemen dibutuhkan dan digunakan dalam semua lingkup manajemen untuk membantu manajer menjalankan perannya dalam melakukan aktivitas perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan.
Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan output dengan menggunakan input dan memprosesnya untuk mencapai tujuan khusus manajemen. Sistem ini mempunyai tiga tujuan utama:
[Gambar 1.1. Modul Operasional: Sistem Informasi Akuntansi Manajemen]
(Silakan unggah gambar Modul Operasional di sini)
- Menyediakan informasi untuk pembiayaan jasa, produk dan obyek lain.
- Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.
- Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN
Tujuan utama akuntansi keuangan adalah untuk menyajikan informasi kepada pihak eksternal, sedangkan akuntansi manajemen menyajikan informasi kepada pihak internal perusahaan. Keduanya memiliki kesamaan karena dibangun atas dasar pertanggungjawaban manajemen.
Tabel 1.1 Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen
| Perbedaan | Akuntansi Manajemen | Akuntansi Keuangan |
|---|---|---|
| 1. Target pengguna | Fokus pengguna internal | Fokus pengguna eksternal |
| 2. Batasan input/proses | Tidak terikat aturan tertentu | Mengikuti prosedur otoritas (IAI/Bapepam) |
| 3. Jenis informasi | Keuangan & non-keuangan (subjektif) | Keuangan objektif |
| 4. Orientasi Waktu | Masa depan | Historis |
PERILAKU ETIS BAGI AKUNTAN MANAJEMEN
Akuntan manajemen bertugas untuk membantu tugas manajer dalam usaha mereka untuk meningkatkan
kinerja ekonomik perusahaan. Namun
tujuan tersebut harus dicapai melalui
cara-cara yang sah dan etis. Sistem akuntansi
manajemen dapat dimanfaatkan
oleh manajer untuk
mendukung perilaku tidak etis yang mungkin dilakukannya. Oleh karenanya akuntan manajemen harus
berpegang pada suatu kode etik yang akan
berperan sebagai kendali dalam
pelaksanaan tugas dan kewajibannya. Nilai-nilai dasar yang dijadikan dasar dalam penyusunan standar
etika bagi akuntan, antara lain:
kejujuran, integritas, komitmen terhadap janji,
kesetiaan, keadilan, kepedulian terhadap sesama, penghargaan terhadap orang lain, kewarganegaraan yang
bertanggung jawab, pencapaian
kesempurnaan, dan akuntabilitas/tanggung
jawab.
Institute of Management Accountants (IMA) telah memberikan panduan terkait dengan standar etis dan penyelesaian konflik etis. Standar etika perilaku bagi akuntan manajemen dijelaskan dalam empat kriteria berikut ini:Akuntan manajemen harus berpegang pada kode etik yang meliputi kriteria berikut:
- Kompetensi: Menjaga profesionalitas dan mengikuti standar hukum.
- Kerahasiaan: Tidak mengungkapkan informasi rahasia tanpa izin.
- Integritas: Menghindari konflik kepentingan dan menolak suap.
- Objektifitas: Mengkomunikasikan informasi secara adil.
Masalah etis bukanlah suatu perkara yang bisa kita sepelekan. Standar etis dalam bisnis merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menjaga kelancaran fungsi ekonomi. Tanpa adanya standar etis dalam bisnis, perekonomian dan semua pihak yang berkepentingan padanya (untuk penyediaan barang, jasa, dan pekerjaan) akan mengalami kerugian. Mengabaikan etika bisnis akan mengakibatkan semakin rendahnya kualitas hidup yang ditandai dengan semakin mahalnya harga dan sedikitnya jumlah barang dan jasa yang tersedia
SERTIFIKASI
Ada tiga
bentuk sertifikasi utama yang tersedia bagi
akuntan manajemen, yaitu: CMA
(Certified Management Accountant), CPA
(Certified Public Accountant) dan CIA
(Certified Internal Accountant). CMA adalah sebuah sertifikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan
khusus bagi akuntan manajemen.
Penghargaan terhadap CMA terus meningkat
dan sertifikasi tersebut sekarang sangat diakui oleh dunia industri. CPA merupakan sertifikasi
yang paling tua dan paling terkenal
dalam akuntansi, diharuskan bagi akuntan yang
menjadi auditor eksternal. Meskipun tidak berorientasi pada akuntansi manajemen, namun CPA banyak
dimiliki oleh akuntan manajemen. CIA
merupakan sertifikat bagi auditor internal, penting dan juga diakui dalam dunia
industri.
SIMPULAN
Akuntansi manajemen merupakan salah satu bagian dari ilmu akuntansi yang menitikberatkan permasalahannya pada organisasi serta informasi yang dibutuhkan organisasi tersebut. Laporan dari bagian akuntansi dalam perusahaan dapat membantu manajer mengambil keputusan dengan lebih bijak dan terarah, setelah keputusan diambil biasanya bagian akuntansi akan menilai apakah keputusan itu efektif dan efisien. Atau dengan kata lain Akuntansi Manajemen dan Laporan Akuntansi menyajikan informasi yang terutama ditujukan untuk member gambaran kondisi financial dalam pencapaian tujuan perusahaan. Dilain pihak para manajer harus menentukan tujuan perusahan, menjabarkan tujuan tersebut, mengevaluasi dan mengambil tindakan untuk pencapaian, sesudah itu mengendalikan apa yang telah ditetapkan. Informasi akuntansi sangat membantu menjalankan fungsi manajer tersebut..